Jumat, 06 Januari 2012

Makalah Tentang Perasaan dan Emosi anak


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat allah SWT yang telah memberikan nikmat kepada kita semua, karena dengan nikmat itulah Penulis dapat  menyusun makalah ini. Shalawat dan Salam semoga tercurah limpahkan kepada jungjunan kita semua, yakni nabi Muhammad SAW. beserta keluarganya, sahabatnya, tabi’in dan tabiatnya, dan kita selaku umatnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan ini penulis mencoba menyusun makalah yang berjudul, “Perkembangan Emosi & Perasaan Anak”, sebagai pemenuhan salah satu tugas Mata Kuliah  Psikologi Perkembangan.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu penulis dalam penulisan makalah ini, khususnya pada Dosen Mata Kuliah Psikologi Perkembangan  yang telah memberikan masukan hingga tersususnnya makalah ini.
Tidak ada gading yang tak retak, begitupun dengan makalah ini, maka penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca semua. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan semoga apa yang kita kerjakan senantiasa dalam ridho allah SWT.amin.



                                                                                                            Ciamis,    Oktober 2011




                                                                                                                         Penulis


i
 

DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................................................... 1
B. Maksud dan Tujuan .................................................................................................. 1  
C. Rumusan Masalah .................................................................................................... 1
D. Sistematika Penulisan ............................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.  Pengertian Emosi …………………………………….……………………………. 3
B.  Kebutuhan Emosional Anak ………………………………………………………. 3
C.  Pengaruh Emosi ……………………………………………………..…………….. 3
D.  Masalah Emosional Pada Anak ……………………….……………….………..… 5
E.   Cara Orangtua Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak ……….………….. 5
F.   Beberapa Catatan Penting Bagi Orangtua ………………………………………… 6
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .............................................................................................................. 8
B. Saran ......................................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA


ii
 

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Masa anak adalah masa yang cukup signifikan dalam perkembangan kehidupan manusia. Bahkan menurut Freud, kehidupan lima tahun pertama manusia akan menentukan bagaimana ia menjalani kehidupan masa-masa selanjutnya. Hal ini menekankan pentingnya perkembangan optimal di masa anak, karena akan menentukan bagaimana anak bertumbuh kembang di tahapan perkembangan berikutnya.
Pada masa anak juga terjadi cukup banyak masalah. Selain masalah yang terkait dengan masalah fisik, anak juga mengalami masalah yang sifatnya emosional, yang ditunjukkan lewat tingkahlaku yang dipandang bermasalah.

B. Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas, maka maksud dan tujuan penyusunan makalah ini adalah:
1.      Agar tahu apa yang disebut dengan emosi.
2.      Supaya tahu kebutuhan emosional pada anak
3.      Untuk mengetahui pengaruh dari emosi
4.      Untuk mengetahui masalah emosional pada anak
5.      Agara tahu bagaimana cara orang tua mengembangkan kecerdasan emosional pada anak
6.      Sebagai pemenuhan tugas Mata Kuliah Psikologi Perkembangan

C. Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Pengertian Emosi
2.      Kebutuhan Emosional Anak
3.      Pengaruh Emosi
4.      Masalah Emosional Pada Anak
5.      Cara Orangtua Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak
6.      Beberapa Catatan Penting Bagi Orangtua



1
 

 


D. Sistematika Penulisan
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Maksud dan Tujuan
C. Rumusan Masalah
D. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.  Pengertian Emosi
B.  Kebutuhan Emosional Anak
C.  Pengaruh Emosi
D.  Masalah Emosional Pada Anak
E.   Cara Orangtua Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak
F.   Beberapa Catatan Penting Bagi Orangtua
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA







2
 



2
 


2
 

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Emosi
Emosi adalah sebagai sesuatu suasana yang kompleks (a complex feeling state) dan getaran jiwa ( a strid up state ) yang menyertai atau munculnya sebelum dan sesudah terjadinya perilaku, (Syamsudin, 2005:114). Sedangkan menurut Crow & crow (1958) dalam Sunarto (2002:149) emosi adalah “An emotion, is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental physiological stirred up states in the individual, and that shows it self in his overt behavior.”  Jadi emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak.

B.   Kebutuhan Emosional Anak
Emosi memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan anak, baik pada usia prasekolah maupun pada tahap-tahap perkembangan selanjutnya, karena memiliki pengaruh terhadap perilaku anak. Woolfson, (2005:8) menyebutkan bahwa anak memiliki kebutuhan emosional, yaitu :
a) Dicintai
b) Dihargai
c)  Merasa aman
d) Merasa kompeten
e) Mengoptimalkan kompetensi

C.   Pengaruh Emosi
Hurlock (1978:211) menyebutkan bahwa emosi mempengaruhi penyesuaian pribadi sosial dan anak. Pengaruh tersebut antara lain tampak dari peranan emosi sebagai berikut.
1.        Emosi menambah rasa nikmat bagi pengalaman sehari-hari. Salah satu bentuk emosi adalah luapan perasaan, misalnya kegembiraan, ketakutan ataupun kecemasan. Luapan ini menimbulkan kenikmatan tersendiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan memberikan pengalaman tersendiri bagi anak yang cukup bervariasi untuk memperluas wawasannya.
2.       
3
 
Emosi menyiapkan tubuh untuk melakukan tindakan. Emosi dapat mempengaruhi keseimbangan dalam tubuh, terutama emosi yang muncul sangat kuat, sebagai contoh kemarahan yang cukup besar. Hal ini memunculkan aktivitas persiapan bagi tubuh untuk bertindak, yaitu hal-hal yang akan dilakukan ketika timbul amarah. Apabila persiapan ini ternyata tidak berguna, akan dapat menyebabkan timbulnya rasa gelisah, tidak nyaman, atau amarah yang justru terpendam dalam diri anak.
3.        Ketegangan emosi mengganggu keterampilan motorik. Emosi yang memuncak mengganggu kemampuan motorik anak. Anak yang terlalu tegang akan memiliki gerakan yang kurang terarah, dan apabila ini berlangsung lama dapat mengganggu keterampilan motorik anak.
4.        Emosi merupakan bentuk komunikasi. Perubahan mimik wajah, bahasa tubuh, suara, dan sebagainya merupakan alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyatakan perasaan dan pikiran (komunikasi non verbal).
5.        Emosi mengganggu aktivitas mental. Kegiatan mental, seperti berpikir, berkonsentrasi, belajar, sangat dipengaruhi oleh kestabilan emosi. Oleh karena itu, pada anak-anak yang mengalami gangguan dalam perkembangan emosi dapat mengganggu aktivitas mentalnya.
6.        Emosi merupakan sumber penilaian diri dan sosial. Pengelolaan emosi oleh anak sangat mempengaruhi perlakuan orang dewasa terhadap anak, dan ini menjadi dasar bagi anak dalam menilai dirinya sendiri.
7.        Emosi mewarnai pandangan anak terhadap kehidupan. Peran-peran anak dalam aktivitas sosial, seperti keluarga, sekolah, masyarakat, sangat dipengaruhi oleh perkembangan emosi mereka, seperti rasa percaya diri, rasa aman, atau rasa takut.
8.        Emosi mempengaruhi interaksi sosial. Kematangan emosi anak mempengaruhi cara anak berinteraksi dengan lingkungannya. Di lain pihak, emosi juga mengajarkan kepada anak cara berperilaku sehingga sesuai dengan ukuran dan tuntutan lingkungan sosial.
9.        Emosi memperlihatkan kesannya pada ekspresi wajah. Perubahan emosi anak biasanya ditampilkan pada ekspresi wajahnya, misalnya tersenyum, murung atau cemberut. Ekspresi wajah ini akan mempengaruhi penerimaan sosial terhadap anak.
10.    Emosi mempengaruhi suasana psikologis. Emosi mempengaruhi perilaku anak yang ditunjukkan kepada lingkungan (covert behavior). Perilaku ini mendorong lingkungan untuk memberikan umpan balik. Apabila anak menunjukkan perilaku yang kurang menyenangkan, dia akan menerima respon yang kurang menyenangkan pula, sehingga anak akan merasa tidak dicintai atau diabaikan.
11.   
4
 
Reaksi emosional apabila diulang-ulang akan berkembang menjadi kebiasaan. Setiap ekspresi emosi yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan, dan pada suatu titik tertentu akan sangat sulit diubah. Dengan demikian, anak perlu dibiasakan dengan mengulang-ulang perilaku yang bersifat positif, sehingga akan menjadi kebiasaan yang positif pula.

D.      Masalah Emosional Pada Anak
·         Ekspresi emosi yang tidak tepat
·          Kecemburuan pada sibling yang berlebihan
·          Sulit ditinggal orang tua untuk bekerja
·          Berebut mainan
·         Rendahnya ketrampilan sosialisasi
·         Dikucilkan oleh teman-teman
·         Tidak peduli dengan orang lain/teman
·         Bunuh diri pada anak
·         Bullying di sekolah dan lingkungan bermain
·         Berkelahi di sekolah

E. Cara Orangtua Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak
Orangtua dapat menstimulasi anak dengan berbagai macam hal dalam berbagai kesempatan. Stimulasi yang melimpah bagi anak akan membantunya untuk belajar lebih banyak akan dirinya. Secara umum ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengembnagkan kecerdasan meosional pada anak dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
§   Diskusi bersama anak tentang pengalamannya ketika merasa senang, marah, sedih, terkejut, kecewa, dll.
§   Diskusi bersama anak tentang pengalamannya mengamati orang lain yang mengalami perasaan senang, marah, sedih, terkejut, kecewa, dll.
§   Bermain drama atau peran, membacakan dongeng, menonton klip atau film dan meminta anak menentukan keadaan emosi tokoh.
§   Membantu anak dalam membuat perencanaan. Anak dapat membuat antisipasi terhadap peristiwa-peristiwa yang akan dihadapinya. Cth: masuk sekolah.
§  
5
 
Bermain dengan anak agar ia mampu untuk memberi nama pada emosi yang sedang ia rasakan
§   Berdiskusi untuk anak menyadari persamaan dan perbedaan yang mendasari terjadinya emosi tersebut. Misalnya, memahami perbedaan dan persamaan antara suka dan cinta, merasa terganggu dan merasa marah, dan lain sebagainya.
§   Membantu anak memahami mengenai hubungan antara emosi dengan situasi tertentu. Misalnya, hubungan antara rasa sedih dan kehilangan mainan yang disukai
§   Anak belajar bahwa emosi dapat dipisahkan dari tingkah laku. Misal tersenyum di depan umum walaupun sedang merasa sedih.
§   Anak mengembangkan strategi yang dapat digunakan untuk mengontrol suatu reaksi emosi. Misalnya, menghitung sampai 10 ketika sedang merasa marah atau memberikan kertas dan crayon pada anak dan memintanya untuk menggambarkan perasaannya dalam kertas.
§   Memilih suatu kegiatan yang identik dengan emosi tertentu (Cth: menari = senang)
§   Memilih teman yang dapat membantu anak mempertahankan pandangan positif tentang dirinya sendiri
§   Memotivasi diri untuk memelihara emosi yang menyenangkan dengan cara mengingat pengalaman yang menyenangkan serta melakukan kegiatan yang menyenangkan (Cth: membaca buku, menyanyi, menari)
§   Libatkan anak dengan sebanyak mungkin kegiatan yang memungkinkannya bersama orang lain dan yang menyenangkan untuknya (Cth kegiatan ekstrakurikuler, summer camp, dll)
§   Minta anak menceritakan pengalaman yang ia alami selama 1 hari, dan apa yang ia pelajari dari pengalaman tersebut.

F. Beberapa Catatan Penting Bagi Orangtua
·         Orang tua adalah role model utama. Tunjukkan tingkah laku yang memang diharapkan akan dilakukan.
·         Perbanyak berdiskusi dengan anak, gunakan active listening.
·         Perbanyak interaksi antara anak dengan orang tua, anak dengan keluarga besarnya, anak dengan teman-temannya, dan anak dengan orang lain. Jangan lupa didiskusikan agar anak memahami.
·         Stimulasi anak sedini mungkin dengan sebanyak mungkin cara untuk mengembangkan semua aspek diri anak.
·        
6
 
Gunakan semua cara, antara lain: cerita, film, dongeng, buku, observasi langsung, diskusi dengan berbagai macam orang, dan lain-lain.
·         Berikan apresiasi pada anak saat ia menunjukkan pemahaman dan tingkah laku yang diharapkan. Jangan berhenti hanya pada pemahaman


7
 

 


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Emosi adalah sebagai sesuatu suasana yang kompleks (a complex feeling state) dan getaran jiwa ( a strid up state ) yang menyertai atau munculnya sebelum dan sesudah terjadinya perilaku, (Syamsudin, 2005:114).
Kebutuhan emosional anak adalah sebagai berikut:
a) Dicintai
b) Dihargai
c)  Merasa aman
d) Merasa kompeten
e) Mengoptimalkan kompetensi
Hurlock (1978:211) menyebutkan bahwa emosi mempengaruhi penyesuaian pribadi sosial dan anak
Beberapa masalah emosional anak adalah:
·         Ekspresi emosi yang tidak tepat
·          Kecemburuan pada sibling yang berlebihan
·          Sulit ditinggal orang tua untuk bekerja
·          Berebut mainan
·         Rendahnya ketrampilan sosialisasi
·         Dikucilkan oleh teman-teman
·         Tidak peduli dengan orang lain/teman
·         Bunuh diri pada anak
·         Bullying di sekolah dan lingkungan bermain
·         Berkelahi di sekolah


B. Saran
1). Mari kita perbaiki tingkat emosional kita
2). Berikan perilaku & contoh yang positif bagi anak
3). Jadikanlah hari ini lebih baik daripada hari kemarin.







8
 



8
 



6
 


5
 

DAFTAR PUSTAKA


Atkinson & Atkinson. 1998. Pengantar Psikologi, edisi kesebelas. Batam : Interaksara.
Hurlock, Elizabeth B. (2002). Psikologi Perkembangan;Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga








9
 


7